The Girl On The Train, Kisah Rumit dan Menegangkan

Judul : The Girl On The Train
Penulis : Paula Hawkins
Penerjemah : Inggrid Nimpoeno
Penerbit : Noura Books (PT Mizan Republika)
Tebal : 431 Halaman
ISBN : 978-602-0989-97-6

 

The Girl on the Train menceritakan kisah seorang wanita alkoholik bernama Rachel yang selalu berpergian dengan kereta komuter yang sama setiap pagi. Setiap hari ia melintasi sederetan rumah-rumah di pinggiran kota yang nyaman. Ia tertuju ke rumah lamanya bersama mantan suaminya, Tom, yang kini ditempati oleh Tom, istri barunya, Anna dan anak perempuan bernama Evie. Namun, mata Rachel justru tertuju pada tetangga mereka, Scott dan Megan. Kehidupan mereka – seperti yang dilihatnya – begitu sempurna. Tak jauh berbeda dengan kehidupannya sendiri yang baru saja hilang. Rachel sendiri harus berbohong kepada teman serumahnya, Cathy, yang tidak mengetahui bahwa Rachel sudah dipecat dari kantor akibat datang ke kantor dalam keadaan mabuk selepas jam makan siang, Rachel pun harus berpura-pura pergi ke London setiap hari agar Cathy tidak curiga.

Suatu hari, terdengar bahwa Megan menghilang dari rumah. Rachel merasa bahwa ia terkait dengan peristiwa hilangnya Megan, terutama saat sebelum Megan menghilang, Rachel melihatnya dari balik jendela kereta, sedang bermesraan dengan seorang laki-laki. Didorong rasa empati yang dalam terhadap Scott, sang suami, Rachel memberitahu polisi apa yang ia ketahui tentang Megan. Ia pun menjadi terlibat sepenuhnya dengan kejadian-kejadian selanjutnya, juga dengan semua orang yang terkait.Novel ini diceritakan dari tiga sudut pandang yang berbeda, yaitu Rachel, Megan, dan Anna.

Novel ini sangat cocok bagi pembaca yang memiliki selera membaca novel dengan genre thriller. Tiga sudut pandang yang berbeda membuat novel ini sangat menarik dan memiliki angle cerita yang sangat luas. Pembaca akan dibuat merasakan karakter yang berbeda dari tiap sudut pandang tokoh tersebut. Hal ini membuat fokus pembaca akan diuji.

Selain memiliki tiga sudut pandang, alur waktu untuk tiap tokoh dan bagiannya juga berbeda-beda. Nantinya, pada satu titik bagian-bagian tersebut akan saling terhubung dan menjadi klimaks yang memuaskan. Hal ini akan membuat pembaca makin bersemangat untuk menghubungkan bagian-bagian cerita dalam buku ini. Meskipun novel luar negeri, terjemahan pada novel ini tidak menyulitkan pembaca untuk memahami alur cerita.

Namun, saya sarankan bagi pembaca yang mudah bosan untuk mempertimbangkan kembali membaca buku ini. Bukan karena alur ceritanya yang membosankan. Namun, pada tiga bab pertama pembaca akan merasakan seolah berada di ruang yang berputar dan tidak jelas. Hal ini disebabkan pada bagian awal, penulis ingin melakukan setting yang dalam untuk tokoh-tokohnya.

Terlepas dari hal tersebut, novel ini sangat cocok bagi pembaca yang ingin membaca genre hard-thriller. Novel ini akan menyajikan premis-premis yang mencengangkan dan menegangkan bagi pembacanya.

Penulis : Galuh Permana