Kertas FTI 2019 : Angkatan 2019 Resmi Menjadi Warga Negara FTI

Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Universitas Andalas (FTI Unand) Angkatan 2019 telah mengangkat acara Kertas (Kebersamaan Tanpa Batas) FTI 2019 pada Sabtu (26/10) di Lapangan FTI.  Acara ini merupakan acara keakraban yang melibatkan mahasiswa baru FTI angkatan 2019 dengan warga negara FTI (uda uni  FTI).

(Foto bersama Panitia Kertas 2019 dan uda uni Warga Negara FTI . Foto oleh : Ilham Dwi Bakti dari Panitia Kertas FTI 2019)

Rendi Saputra selaku Ketua Pelaksana Bimbingan Akademik dan Kemahasiswaan dalam Tradisi Ilmiah (BAKTI) FTI 2019 serta Kelfin Ambar Susilo, Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Universitas Andalas (BEM KM FTI Unand) juga menghadiri acara ini. Kelfin memberikan kata sambutan dan apresiasi kepada Panitia Kertas FTI 2019.

Kertas FTI 2019 resmi dibuka oleh Gubernur BEM KM FTI Unand sekitar pukul 09:43 WIB dan dilanjutkan peralihan MC Formal oleh Muhammad Noveri Ramadhan dan Laila Rahmatul Aufa Welza Putri ke MC non-formal yaitu M Fairuzi Iszam Aziz dan William Wahyu.  Fairuz dan William mencairkan suasana formal menjadi non-formal dengan membacakan puisi untuk hadirin acara Kertas FTI 2019. Setelah cairnya suasana oleh puisi dari MC non-formal, maka dimulailah rangkaian acara yang berupa games (terdiri dari Ranking #1, Estafet Karet, dan Bolaria). Rangkaian permainan ini tentunya melibatkan uda uni. Games diawali dengan Ranking #1 dan dilanjutkan Estafet Karet yang berlangsung hingga menjelang ishoma.

Setelah ishoma, acara kembali dilanjutkan ke permainan Bolaria. Permainan yang satu ini khusus untuk kaum Adam yang menghadiri acara. Susunan tim merupakan pencampuran dari berbagai angkatan, dan satu pertandingan antar angkatan (Angkatan 17 vs Angkatan 18). Pertandingan antar angkatan juga dimeriahkan oleh sorakan dari para penonton.

(Keberlansungan Permainan Ranking #1 . Foto oleh : Arif Roska Perdana dari Panitia Kertas FTI 2019)
(Keberlansungan permainan Estafet Karet. Foto oleh : Iffa Muthiah dari Panitia Kertas FTI 2019)
(Keberlansungan Permainan Bolaria. Foto oleh : Ahmad Fauzan Alqadri dari Panitia Kertas FTI 2019)

Pemenang tiap permainan diumumkan setelah istirahat solat Ashar. Tidak hanya itu, panitia juga mengumumkan pemenang nominasi uda  Heboh dan Kalem. Pemenangnya antara lain : Riego Pitos Hababil (Juara 1 Ranking #1 dan Uda Terheboh), Fadhila Ferrizh Hadi (Juara 2 Ranking #1), Ririn Salsa Andraini (Juara 3 Ranking #1), Tim Uda Ghel (Estafet Karet Putra), Tim Uni Sisi (Estafet Karet Putri), dan Tim Bolaria Angkatan 2018 (Bolaria) serta Rendi Saputra (Uda Terkalem).

(Riego sebagai juara 1 Ranking #1. Foto oleh Ilham Dwi Bakti dari Panitia Kertas FTI 2019)
(Fadhila Ferrizh Hadi sebagai juara 2 Ranking #1 . Foto oleh Ilham Dwi Bakti dari Panitia Kertas FTI 2019)
(Ririn Salsa Andraini sebagai Juara 3 Rangking#1 . Foto oleh Ilham Dwi Bakti dari Panitia Kertas FTI 2019)
(Rahmah mewakili Tim Uni Sisi sebagai pemenang Estafet Karet Putri . Foto oleh Ilham Dwi Bakti dari Panitia Kertas FTI 2019)
(Rohid mewakili Pemenang Tim Bolaria . Foto oleh Ilham Dwi Bakti dari Panitia Kertas 2019)
(Riego sebagai Uda Terheboh di Acara Kertas FTI 2019 . Foto oleh Ilham Dwi Bakti dari Panitia Kertas FTI 2019)
(Rendi Saputra sebagai Uda Terkalem di Acara Kertas FTI 2019 . Foto oleh Ilham Dwi Bakti dari Panitia Kertas FTI 2019)

Acara Kertas FTI 2019 resmi ditutup oleh Gubernur BEM KM FTI 2019 pada pukul 17:00 WIB, dan dilanjutkan dengan evaluasi acara panitia bersama uda uni Panitia BAKTI FTI 2019 di lorong FTI . Lokasi dialihkan dikarenakan hujan. Setelah evaluasi, Panitia Kertas FTI 2019 dibawa ke Lapangan FTI untuk pembacaan Surat Keputusan (SK) Warga Negara FTI. Uda uni secara simbolik melepaskan pita abu-abu sebagai tanda Mahasiswa Angkatan 2019 resmi menjadi Warga Negara Bagian FTI dan mendapatkan hak-haknya.

(Evaluasi Acara Kertas FTI 2019 dan Penyampaian oleh Koordiantor Perlengkapan Kertas FTI 2019 . Foto oleh Razzaq Ardana)
(Evaluasi Acara Kertas FTI 2019 dan Penyampaian oleh Koordiantor Acara Kertas FTI 2019 . Foto oleh Razzaq Ardana)
(Pembacaan SK oleh Gubernur BEM KM FTI Unand Kelfin Ambar Susilo. Foto oleh : Muhammad Iqbal Nafis)

Saat diwawancara, Rendi  mengatakan “Pembacaan SK murni sebagai pelantikan angkatan 2019 yang disebutkan di SK warga negara dan dilantik oleh pihak BEM KM FTI Unand”. Rendi menambahkan, “Pelantikan mereka sudah direncanakan, tetapi sebenarnya di lain hari. Tetapi karena satu dan lain hal, pelantikan mereka dilaksanakan setelah acara”.

Dilansir dari keterangan langsung oleh Gubernur BEM KM FTI,  pengangkatan acara Kertas FTI 2019 ini merupakan suatu kegiatan yang legal. “Ada aturan dalam Undang-Undang KM FTI, bahwasanya syarat menjadi warga negara FTI adalah dilantik di Fakultas. Dalam penyelenggaraan acara Kertas FTI 2019, di proposal nya diketahui oleh BEM FTI dan Wakil Dekan III. Ilmu-ilmu yang mereka dapat di LKMM TD juga bisa mereka terapkan di kepanitiaan,” kata Kelfin.

Muhammad Farhan Zuhdi (Ketua Pelaksana Kertas FTI 2019), menyampaikan bahwa pembentukan panitia ini dilatarbelakangi atas arahan dari Panitia BAKTI FTI 2019, dengan tujuan sebagai syarat pelantikan Mahasiswa FTI Angkatan 2019 menjadi Warga Negara FTI. Terkait persiapan dan kendala, Ketua Pelaksana mengatakan “Pertama kami membentuk kepanitiaan secara menyeluruh berdasarkan hasil dua kali rapat global angkatan, setelah itu kami melakukan pembagian tugas berdasarkan divisi yang ada. Kami bisa dibilang kewalahan, alasan utamanya yaitu kami kurang mengerti mekanisme penyerahan proposal, surat peminjaman perlengkapan serta undangan. Hal ini juga menjadi sebab kami sangat terlambat untuk mengajak warga FTI hadir dalam acara ini. Sebelum hari acara, kami mengadakan rapat global guna membagi tugas agar acara berjalan lancar dan optimal”. Zuhdi mewakili kepanitian juga berterimakasih kepada uda uni Steering Committee serta uda uni Warga FTI yang tidak bisa disebutkan namanya satu per satu atas dukungan nya.

Zuhdi berharap, Warga Negara FTI angkatan 2019 bisa lebih akrab lagi kedepannya, saling mengenal satu sama lain dengan warga FTI lainnya. Dan FTI bisa lebih maju dan berprestasi hingga tidak kalah dari fakultas lain di Universitas Andalas.

 

Penulis : Razzaq Ardana