Kematian Puskesmas

Nada Rifdha Hana, Teknik Komputer Universitas Andalas Angkatan 2019

Barang apa yang paling mahal di dunia ini? Apabila ada seseorang bertanya, maka salah satu jawaban yang dapat muncul di benak orang adalah kesehatan. Kesehatan adalah sesuatu yang tidak dapat diukur secara besaran. Kesehatan seseorang mempengaruhi keefektifannya dalam melakukan kesehariannya, dan bahkan dapat menganggu mental seseorang. Di Indonesia, salah satu perkataan yang lazim diucap adalah jangan sakit kalau tak punya duit, dimana dapat kita artikan sebagai biaya dokter, rumah sakit, dan obat-obatan sangatlah mahal.

Saat ini, persoalan kesehatan pasti akan ditemukan di setiap provinsi di Indonesia, namun hal ini akan dititik beratkan terutama di daerah pedesaan. Masih ada beberapa di daerah terpencil, bahkan kabupaten atau kota, yang berkeliaran anak-anak bergizi buruk. Kemudian, juga adanya angka kematian ibu dan anak pasca melahirkan yang termasuk tinggi. Salah satu penyebabnya adalah kondisi ekonomi yang rendah.

Tentu saja, pemerintah sudah mengambil langkah untuk mencegah hal ini, salah satunya adalah dengan adanya puskesmas. Pemerintah merancang puskesmas untuk dijadikan sebagai wadah yang akan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Pemerintah membangun konsep ini dengan harapan agar penderita dapat sembuh dengan harga yang cukup terjangkau.

Namun, metode ini dapat dianggap tidak efektif. Puskesmas yang awalnya dibangun untuk tujuan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan harga yang relatif terjangkau, malah dijadikan sebagai tempat di mana masyarakat meminta rujukan sebelum ke rumah sakit. Sering ditemukan di berbagai daerah puskesmas yang tersedia kosong. Terdapat juga beberapa masyarakat yang tidak inigin memasuki puskesmas karena pelayanan yang diberikan kurang maksimal.

Melihat kondisi ini, seharusnya pemerintah dapat lebih memantau puskesmas yang ada dan merubahnya menjadi tempat yang sesuai dengan tujuan awal. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kembali pelayanan dasar yang sudah tersedia pada puskesmas. Selain itu, hal-hal seperti alat kesehatan, dan tenaga medis yang ada dapat ditingkatkan kembali kualitasnya sehingga akan menarik minat dan kepercayaan untuk memanfaatkan fasilitas puskesmas seperti yang seharusnya.

 

Penulis : Nada Rifdha Hana

Editor : Egita Lorenza